Depresi merupakan gangguan suasana hati yang kompleks. Mungkin seseorang yang sering menangis, terlihat murung, tidak bersemangat, atau bahkan mengurung diri di kamar sering dikaitkan dengan depresi. Tetapi, tidak semua orang yang mengalami depresi akan tampak sedih?
Faktanya, banyak orang yang sedang mengalami depresi mampu tersenyum, beraktivitas seperti biasa, dan terlihat baik-baik saja di mata orang lain. Kondisi inilah yang disebut dengan depresi tersembunyi atau disebut sebagai hidden depression. Depresi seperti inilah yang sering terabaikan, karena gejalanya tidak selalu terlihat jelas.
Jenis depresi ini berbahaya karena sering tidak terdeteksi. Orang sekitar tidak menyadari adanya masalah dan penderita sendiri merasa malu atau takut dianggap lemah jika membuka diri. Akibatnya, banyak yang menahan beban itu sendirian sampai gejalanya memburuk atau bahkan berujung pada tindakan bunuh diri.
Gejala Depresi yang Tersembunyi
Depresi bukan cuma tentang perasaan sedih semata, tetapi kondisi kesehatan mental yang kompleks dan dapat menyamar dalam berbagai bentuk. Ada orang yang merasa dirinya kosong tanpa tahu kenapa, atau ada juga yang terus merasa lelah padahal tidak sedang beraktivitas berat. Dalam banyak kasus, gejala-gejala ini begitu samar hingga orang yang mengalaminya tidak sadar kalau sedang mengalami depresi.
Tidak ada salahnya untuk memahami gejala yang tersembunyi dari depresi agar dapat memberikan perhatian pada orang lain maupun diri sendiri. Berikut gejala tersembunyi yang dapat timbul dari depresi.
- Perubahan pola makan
Tiba-tiba nafsu makan meningkat atau justru tidak punya nafsu makan sama sekali? Kedua kondisi yang ekstrem ini dapat menjadi tanda depresi. Banyak orang mengalami perubahan berat badan tanpa sebab yang jelas karena perubahan pola makan drastis ketika mengalami depresi.
Ada orang yang mengalihkan emosi melalui cara makan yang banyak dan ada juga yang merasa makanan jadi tidak ada rasanya. Kalau kamu atau orang terdekatmu mengalami ini secara berkepanjangan, bisa jadi ada sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja.
- Mudah marah dan tersinggung
Banyak orang yang tidak sadar bahwa kemarahan dapat juga menjadi manifestasi dari depresi. Seseorang yang sedang mengalami depresi mungkin jadi lebih mudah kesal, tersinggung, atau bahkan meledak karena hal yang hanya sepele saja.
Baca juga: Membesarkan Anak Tanpa Luka Batin, Mungkinkah?
Kondisi ini sering terjadi karena perasaan frustasi dan rasa tidak berdaya yang menumpuk di dalam diri. Karena sulit untuk mengekspresikan kesedihan secara langsung, emosi tersebut bisa keluar dalam bentuk kemarahan. Makanya, penting untuk tidak langsung menilai orang yang terlihat temperamental tanpa memahami apa yang mungkin sedang dialami.
- Kelelahan yang tidak wajar
Rasa capek itu sangat wajar. Tetapi kalau merasa kelelahan terus-menerus, bahkan setelah tidur yang cukup, bisa jadi bukan cuma karena lelah secara fisik saja. Kelelahan mental merupakan salah satu gejala depresi yang sering diabaikan.
Orang dengan depresi akan merasa energinya terkuras sepanjang waktu, bahkan untuk aktivitas yang paling sederhana sekalipun. Bangun dari tempat tidur bisa terasa seperti habis berjalan jauh. Orang yang mengalami depresi tersembunyi juga sering mengeluh tentang tidak mempunyai tenaga atau merasa berat melakukan apa pun, bahkan hal yang dulunya terasa menyenangkan.
- Pola tidur yang tidak normal
Insomnia atau susah tidur dan tidur yang terlalu berlebihan dapat menjadi tanda depresi. Beberapa orang yang sedang depresi dapat mengalami insomnia berat, terbangun tengah malam, dan tidak bisa tidur lagi. Ada juga yang mengalami hipersomnia, yaitu tidur lebih dari 10 jam per hari tetapi tetap merasa kelelahan.
Gangguan tidur ini sering dianggap sepele, padahal justru dapat menjadi gejala awal yang paling terlihat dari depresi tersembunyi. Kalau sedang merasa siklus tidur sudah mulai berubah drastis tanpa alasan jelas, bisa jadi itu adalah sinyal dari tubuh dan pikiran yang sedang berusaha memberitahu sesuatu.
- Sering merasa bersalah yang berlebihan
Gejala tersembunyi lainnya adalah sering mempunyai perasaan bersalah. Orang yang mengalami depresi dapat merasa bersalah atas hal-hal yang sebenarnya tidak berada di bawah kendalinya. Bahkan, bisa merasa dirinya adalah beban bagi orang lain, padahal tidak ada satu pun orang di sekitar yang merasa seperti itu.
Perasaan ini dapat sangat menyiksa dan membuat orang tersebut terus mengkritik dirinya sendiri, hingga membuat kepercayaan dirinya menurun secara drastis.
- Kehilangan minat yang disukai
Salah satu tanda yang klasik dari depresi adalah kehilangan minat atau kesenangan terhadap aktivitas yang dulu digemari. Aktivitas atau hal-hal yang dulunya bikin semangat, kini terasa hambar. Ini adalah sinyal kuat bahwa ada yang berubah secara internal. Dan sering kali, kondisi ini terjadi diam-diam tanpa diketahui oleh lingkungan sekitar karena orang tersebut tetap terlihat berfungsi secara sosial.
- Menarik diri secara sosial
Seseorang yang mengalami depresi mungkin jadi lebih sering menolak ajakan nongkrong, jarang membalas chat, atau tiba-tiba menghilang dari media sosial. Orang tersebut mulai merasa nyaman dalam kesendirian, bukan karena introvert, tetapi karena merasa lelah bersosialisasi.
Kondisi ini disebut sebagai isolasi sosial dan sangat umum pada penderita depresi. Sayangnya, karena tampak seperti hanya lagi ingin sendiri, hal ini sering tidak disadari sebagai gejala depresi yang perlu diperhatikan.
- Pemikiran yang berlebihan
Jika merenung soal hidup sesekali itu merupakan tindakan yang wajar. Tetapi jika seseorang sudah mulai sering mempertanyakan arti hidup, merasa hampa, atau memiliki pikiran bahwa hidup ini tidak berarti, maka itu dapat menjadi pertanda bahwa sedang mengalami depresi tingkat lanjut.
Pemikiran semacam ini dapat berujung pada ide atau keinginan untuk mengakhiri hidup. Meskipun mungkin tidak diungkapkan secara langsung, tetapi tanda-tandanya dapat terlihat lewat kalimat-kalimat yang mengartikan bahwa dirinya sudah tidak merasa penting atau orang sudah tidak menghargai kehadiran dirinya lagi.
Kalau misalnya mendengar orang terdekat mengatakan hal-hal seperti itu, jangan dianggap angin lalu. Tanyakan kabarnya, beri dukungan, dan ajaklah berbicara.
Baca juga: Parenting di Era Digital: Nggak Cuma Soal Screen Time, Tapi Juga Screen Talk
- Sulit fokus
Sulit fokus ternyata bisa menjadi salah satu gejala depresi. Otak yang diselimuti kabut depresi sering kesulitan mengambil keputusan, menyelesaikan tugas, atau bahkan memulai sesuatu yang kecil. Bukan sekadar malas, tetapi lebih pada kehilangan motivasi dan rasa kepercayaan diri.
Kalau ada orang disekitar atau malah diri sendiri yang sering merasa kesulitan fokus bahkan dengan hal-hal kecil atau akhirnya memilih menghindar terus-menerus, maka jangan buru-buru untuk menyalahkannya atau menyalahkan diri sendiri. Mungkin, ada luka yang harus disembuhkan terlebih dulu.
- Perfeksionisme yang berlebihan
Terlalu perfeksionis bisa jadi bentuk lain dari depresi yang tersembunyi. Orang yang depresi sering merasa tidak cukup baik dan mencoba mengimbanginya dengan menjadi sempurna dalam segala hal.
Orang tersebut terus-menerus mengevaluasi diri sendiri secara keras, merasa bersalah atas kesalahan kecil, dan merasa gagal walau sudah berusaha sekuat tenaga. Kondisi ini bisa menjadi topeng yang rapi untuk menyembunyikan rasa tidak berharga mendalam.
Depresi memang seharusnya mendapat penanganan yang tepat. Namun sebelumnya harus memahami adanya gejala depresi yang tersembunyi. Depresi bisa disembuhkan asalkan mau menjalani pengobatan dan terapinya dengan sabar.

Leave a Comment