Kebiasaan-kebiasaan Komunikasi Buruk yang Perlu Kamu Hindari

Dessy Ilsanti

March 11, 2025

Manusia selalu berada dalam sebuah perjalanan mencari pasangan hidup. Hampir semua dari kita punya orang yang disukai dan didambakan, dan ketika kita bisa menjalin hubungan dengan mereka, kita bisa dianggap beruntung.

Beruntung, setidaknya pada tahap awal hubungan romantis tersebut. Kita semua tahu, masa-masa ‘bulan madu’ di awal tidak dapat menjamin keawetan hubungan. Punya pribadi yang cocok dan bahkan ketika hubungannya didukung orang sekitar pun tidak bisa memastikan kedua pasangan tidak akan berpisah.

Sebetulnya, apa sih yang membedakan pasangan yang bahagia dan tidak?

Nah, di sini, saya akan membagikan beberapa poin terkait hal tersebut dari pengalaman dan bacaan-bacaan ilmiah.

Pasangan Bahagia itu Terbuka

Bahagia di sini maksudnya bukan selalu senang dan euforia ya, tapi maksudnya kebutuhan fisik serta emosionalnya tercukupi oleh pasangannya sehingga kemungkinan merasakan emosi dan pikiran negatif lebih kecil.

Sederhananya, pasangan yang bahagia adalah pasangan yang terbuka. Ini punya dua arti. Pertama, terbuka secara pikiran. Kita mau melihat dan berupaya memahami pasangan kita lebih dalam.

Tidak lompat ke konklusi atau mengambil asumsi, kita mencoba mencari tahu dan memanusiakan mereka dan pikiran serta perilakunya yang mungkin sulit dicerna oleh diri kita yang punya pembawaan berbeda.

Arti kedua adalah selalu berbagi. Apa yang membuat diri senang, kesal, marah, sebaiknya diceritakan. Tentunya perlu cari waktu yang tepat, tapi perlu disadari kalau memendam perasaan dan pikiran akan merugikan hubungan dalam jangka panjang.

Ditambah lagi, kalian yang sulit terbuka akan pelan-pelan akan semakin terkuras energi mentalnya, dan membentuk pendekatan yang sinis kepada orang orang sekitar.

Pasangan Bahagia Itu Selalu Bertumbuh

Terbuka bukan berarti kita harus menerima hal-hal yang buruk dan merugikan ya, misalnya mengerti dan menerima pasangan kita yang pemarah, rasis, atau punya tabiat kesehatan yang buruk.

Terbuka berbeda dengan pasrah. Dengan terbuka, kamu membuka pintu kepada pemahaman dan diskusi. Dan dengan kedua hal ini kamu dan pasangan bisa melihat apa yang baik dan perlu dipertahankan, serta apa yang buruk atau mengganggu yang bisa diperbaiki.

Ini tips kedua, selalu bertumbuh. Pasangan yang bahagia selalu mencari kesempatan untuk berkembang. Mereka tidak berhenti berusaha untuk menjadikan diri mereka lebih baik untuk pasangannya.

Misalnya, tetap punya ide seru dan romantis ketika sudah pacaran atau menikah lama, tidak hanya di awal hubungan. Mencoba hobi pasangan merupakan contoh lain. Terakhir, belajar kemampuan atau ilmu baru seperti memasak, mengelola keuangan, dan hal-hal lainnya untuk persiapan masa depan.

Pasangan Bahagia Itu Selalu Perhatian

Ini penting banget! Pasangan yang bahagia adalah pasangan yang perhatian! Kamu bisa berkata kalau kamu bukanlah tipe yang ‘perhatian’. Tapi, percaya lah, ini bukan soal sifat, namun sikap.

Seberapa jauh kamu peduli dan ingin berusaha untuk mengetahui dan memberitahu pasangan kalau kamu ada ketika ia punya masalah, itu lah perhatian. Bukan sekadar tanya mengapa atau bagaimana harinya. Memberi perhatian adalah membuat dirimu siap untuk menghadapi masalah bersama.

Perlu latihan, memang. Namun bila kamu punya sikap dan dorongan untuk memperhatikan pasanganmu, lama kelamaan, ‘indra keenam’ kamu akan terlatih. Kamu akan lebih sensitif terhadap perubahan emosi, apa yang diinginkan atau dibutuhkan pasangan. Begitu juga sebaliknya.

Lama kelamaan, perilaku dan kata-kata yang dikeluarkan akan menjadi lebih peka terhadap perasaan pasanganmu. Dalam jangka panjang, inilah yang membuat pasangan bahagia dan nyaman.

Itulah ketiga ciri pasangan yang bahagia. Coba tilik kembali hubunganmu dengan pasangan, apakah ada hal-hal di atas juga bisa kamu temukan dalam hubunganmu? Bila belum, kira kira apa ya yang harus kamu lakukan?

Leave a Comment